Susahnya merokok di Eropa

Fumar mata, bahasa Portugis yang artinya Merokok membunuhmu
Beruntunglah karena kita tinggal di Indonesia, negeri yang elok dan berada di iklim tropis, kalo kata temen gue yang orang bule negeri yang dia impikan seperti surga. Gak harus keluar rumah pake jaket tebel dan sepatu anti air setiap saat karena udara yang dingin banget, banyak banget menu makanan, matahari selalu bersinar setiap saat, kalo puasa jadwalnya tetap gak kurang gak lebih, paling beda 15-30 doang. Bayangin aja kalo di Eropa mau puasa pas musim Panas, Magrib sekitar jam 10 malam sedangkan imsyak jam 2 sampe 3 pagi. Lumayan khan, pas di kebetulan ke Inggris tahun kemarin puasa sekitar 20 jam an. weleh-weleh dan kita orang Indonesia masih aja ngeluh, padahal puasa cuma 12 jam an aja. Dan yang paling penting harga rokok yang murah abis.

Nah gue bakalan bahas soal rokok di Eropa, Eropa yang gue maksud cuma beberapa negara contoh kaya' Perancis, Spanyol, Portugal, Inggris dan Italia, bagi kalian kalangan Ahli Hisap ada baiknya bercermin dari pengalaman orang-orang Eropa soal rokok. Rokok di Eropa termasuk barang yang tersier alias mahal, lebih mahal dari harga ayam dan daging. Kagak percaya, harga Rokok Branded yang bungkusan, di jual perbungkus paling mahal di Paris dengan harga kisaran 7.8 Euro an( sekitar 115.000- Rupiah). isi cuma 20 batang doang. Di Portugal, Spanyol dan Italia agak lebih murah sekitar 5 Euro an (72.000- Rupiah). Coba bayangin harga rokok di Indonesia yang cuma 11.000 - 15.000- Rupiah per bungkusnya. Bisa kaya kan kalo jualan rokok di Eropa. 

Tapi jangan salah, maksimum membawa rokok ke Eropa menurut peraturan Bea dan Cukai Bandara setempat maksimum 2 Slop (2x10 Bks untuk isi 16 batang atau 2x20 bungkus untuk isi 12 batang).  lewat dari sana rokok kalian bakalan disita sama Bea dan Cukai Bandara. Kalo beruntung kalian bisa lolos sih kalo bawa lebih, tapi ya gak tau juga, gak bisa jamin.

Di Eropa sendiri peraturan untuk perokok ketat sekali, semua diawasi pemerintah. Kalian cuma bisa beli rokok di Tabac atau toko rokok, gak bisa di sembarang tempat, apalagi di kaki lima, gak ada yang jual bro. Untuk batas usia sendiri, penjual rokok juga termasuk patuh, tidak di perkenankan di jual anak-anak di bawah 18 tahun. Lain lagi kalao di Indonesia, bau yang beli orang tua, remaja ato pun anak-anak tetap di layani, gak perduli umur, yang penting laris, padahal sudah ada larangan di bungkus rokoknya. Lagi-lagi soal mental bro, gak bisa di salahin juga, gak bisa memberikan perubahan secara drastis, harus pelan-pelan.

Karena rokok bungkusan harganya selangit, maka ada rokok-rokok alternatif, alias tingwe (linting dewe), nah rokok ini jadi favorite sebagian orang-orang Eropa yang ahli hisap, karena selain harganya murah juga isinya banyak, bisa dilinting sampe 30 batang. Harganya juga lebih murah sekitar 3 Euroan dari rokok yang branded bungkusan. Tapi kita harus beli kertas dan filternya terpisah lagi. jangan khawatir harganya murah, bisa sampe 50 buah kalo di linting hasilnya. 
Kertas rokok, isinya 50 - 100 kertas
Filter rokok, isisnya 120 buah
Kalo lengkap ada, tembakau, filter dan kertasnya
Untuk merokok pun ada aturannya lagi, kalau di Paris dan Negara Eropa lain sudah melarang untuk merokok di dalam restauran, bar atau cafe. Jika mau merokok silakan di luar (kecuali Portugal, sampai tulisan ini di tayangkan masih memperbolehkan untuk merokok di dalam restauran, bar atau cafe) kebayang khan dingin-dingin merokok di luar hehehe. 

Jadi bisa tau khan betapa menderitanya para ahli hisap di Eropa, penuh perjuangan untuk merokok. Makanya kalo orang Eropa ke Indonesia, mereka senang sekali, karena harganya murah dan bisa di beli dimana saja dan parahnya bisa merokok di mana saja juga. Betapa bebas negeri kita tercinta. Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan sobat berkomentar bebas di kolom komentar, asal jangan spam dan komentar yang menyinggung perasaan orang lain, ras, agama, mengganggu hubungan orang lain dan lain sebagainya, komentar terunik akan mendapat hadiah (ngarep... hehehe), dah intinya komentar aja yang bebas tapi sopan

Tulisan laen yang kagak jelas