Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 2)


Setelah pada artikel sebelumnya gue membahas tentang bagaimana cara mengunjungi Museum Louvre dengan menggunakan fasilitas transportasi publik dan kendaraan pribadi. kali ini gue akan membahas mengenai koleksi dari Museum Louvre. Tulisan ini akan bersambung, karena masih banyak yang gue ingin bagi dan karena keterbatasan waktu gue menulis sehingga pembaca harap bersabar ya. Yuk langsung saja mari kita mulai tour kita kali ini
Patung Raja Louis XIV di Museum Louvre, saya potret pada sore hari
Museum Louvre adalah museum terbesar dan koleksi terbanyak di Perancis, koleksinya ada jutaan buah dan bernilai sangat mahal jika di Euro-kan (sebenarnya benda-benda sejarah adalah koleksi yang tidak ternilai harganya, alias tidak dapat dihitung dengan uang) tersimpan dengan rapi baik di gallery maupun di storage museum. Untuk mengelilingi atau meng-khatam-kan kunjungan melihat semua koleksi museum, tidak cukup dalam satu hari saja. Walaupun kita telah datang pagi-pagi sekali saat museum buka dan pulang pada saat museum tutup, tetap tidak dapat menyelesaikan semua etape bro. Pengalaman gue, butuh waktu kira-kira 3 atau 4 hari untuk mengunjungi seluruh koleksi museum, dengan catatan kita melihatnya tidak tergesa-gesa ya, dinikmati setiap detail koleksi dan di pelajari asal dan sejarahnya. Kalau mau selesai semua dalam satu hari ya gimana kalau lari saja di dalam museum hehehe  :D.

Untuk itulah pihak museum membuat tiket terusan untuk beberapa hari kunjungan ke museum. Yuk lanjut lagi, ketika masuk museum melalui piramida kaca, kita akan bawa turun oleh bidadari, eh... tangga eskalator menuju ruangan koleksi. Ruangan koleksi permanen terdapat beberapa cabang, gue sarankan sih mengambil peta panduan yang ada di bagian front desk museum. Tersedia berbagai macam bahasa, namun sayang gak ada bahasa Indonesia hehehe, terpaksa ambil yang bahasa Cina, tambah pusing hahahaha. Percaya saja, walaupun sudah memakai peta dan petunjuk tetap saja banyak turis yang tersesat termasuk gue hehehe. Ampun museum ini gede banget... mall di Indonesia kalah luasnya hehehe
Hall Museum Louvre, turis masih kebingungan hehehe, termasuk saya juga
Ada 3 gerbang utama di Museum Louvre untuk masuk ke dunia lain hehehe, yaitu Richelieu, Sully dan Denon nah tentukan pilihan anda. Sully biasanya untuk pameran sementara alias temporaray exhebition biasanya sih bayar lagi (pasti gak mau ya hehehe, cari yang gratis aja hehehe). Jika tujuan cuma mau melihat dan selfie di depan lukisan Monalisa karya sang maestro Leonardo da Vinci ke arah Denon saja, kalau gerbang Richelieu lukisan dari pelukis lokal Perancis yang terkenal, gerbang ini favorite gue, soalnya gue suka lukisan-lukisan Perancis. 
Peta Museum Louvre
Silakan tentukan pilihan anda untuk masuk ke dunia yang mana, pesan gue hati-hati nyasar ya. Pastikan bahwa anda tidak pakai high heels bagi yang wanita gempor booo, bagi yang laki-laki ya pakai sepatu kets saja lebih nyaman. itu sih saran gue, diikutin ya syukur gak juga gak apa-apa. O iya, dilarang makan dan minum di dalam museum khususnya di ruangan gallery. Anda dapat makan dan minum di hall dekat pintu masuk, jika anda nekad pastinya petugas museum tidak akan segan-segan meng-kick anda lho. Jadi, jadilah turis yang manis (kucing kali ya hehehe) karena anda juga membawa nama negara kita Indonesia, jangan malu-maluin lah pokoknya di negara orang.

Ok sekilan dahulu, nanti gue sambung ke epidose berikutnya ya, stay tune. Au revoire !

Cek juga di tulisan sambungannya di link berikut :

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan sobat berkomentar bebas di kolom komentar, asal jangan spam dan komentar yang menyinggung perasaan orang lain, ras, agama, mengganggu hubungan orang lain dan lain sebagainya, komentar terunik akan mendapat hadiah (ngarep... hehehe), dah intinya komentar aja yang bebas tapi sopan

Tulisan laen yang kagak jelas