Naik kelas bisnis Qatar Airways, maknyuzz tenan


Piyama buat bobo
Sebenarnya pengalaman ini sudah lama gue rasakan saat pertama kali gue berangkat sekolah ke Perancis. Namun tidak ada kata terlambat untuk berbagi informasi, gue mohon maaf baru kali ini gue bisa sharing dengan pembaca semua, karena banyak faktor dan lain hal, salah satunya karena gue baru bikin blog hehehe (akeh tenan alasanmu hehehe). Naik pesawat atau istilahnya kapal terbang atau pesawat terbang atau yang terbang-terbanglah, memang merupakan pengalaman yang deg-degan, bukan hanya karena nyawa kita tergantung dengan sopirnya alias pilot, juga kondekturnya bukan kondektur sembarangan, harus bisa ini dan itu, selain itu naik pesawat terbang juga kita merasan sensasi yang lain, sensasi ketinggian di udara (ini yang paling gue suka take off dan landing... manyuzzz banget) dan begitu banyak prosedur keamanan dan keselamatan yang harus di taati (Yoi banget, sopir pesawat bukannya sopir tembak hehehe)

Biasanya kalau naik pesawat paling banter selama 1 jam kurang atau selama 2 jam, paling lama sih 4 jam ketika gue mengunjungi daerah Indonesia timur dalam rangka tugas partai hehehe, kali ini pengalaman gue naik pesawat selama 16 jam di udara (busyet lama banget eui sekalian aja tamu harap lapor RT 2x16 jam...) itu juga tidak dihitung dengan lamanya transit gue di bandara untuk connecting flight. biar gak kelamaan yuk kita mulai saja ceritanya.

Ceritanya berawal ketika gue menjadi mahasiswa perantauan Indonesia di Perancis, tentu dong kalau mau ke Perancis harus naik kendaraan, jalan kaki bisa sih, tapi ya lamaaaaa banget nanti, bayangin aja jarak lurus Jakarta - Paris kurang lebih 11.000 km ketika gue cek di Google maps, busyet dah itu ditarik garis lurus lho kalo ditarik garis kiri kanan depan belakang beda lagi hasilnya. karena pertimbangan itulah  dengan sangat terpaksa menggunakan transportasi yang paling cepat saat ini yaitu pesawat terbang, dimana jarak yang jauh dapat ditempuh dengan waktu yang relatif singkat. Mirip-mirip baling-baling bambunya Doraemon. Skip...skip....skip....

Gue pun mendapat e-mail dari seseorang (cie cie), jika tiket pesawat menuju Perancis sudah dikirim, hm... gue pun cek e-mail tersebut dan voila ! tiket pun sudah ditangan. Ternyata Qatar Airways... ketika gue cek tempat duduk agak heran juga ternyata kok nomornya kecil ya no 3 dan 11 untuk pesawat selanjutnya. Any way by the way busway gak masalah, Bismillah aja. Saat itu gue tidak tahu kalau tiket yang gue terima adalah kelas bisnis hehehe soalnya sudah gembira dahulu mau ke Perancis jadi lupa semua. 
Check in online
Gue baru nyadar kalo tiket tersebut adalah kelas bisnis ketika gue mau chek in online, hm... terkejut juga gue, gak salah nih, jangan-jangan internetnya error, tau sendiri khan internet di Indonesia kadang sering bertingkah aneh minta putus lah, lemot lah, dan lain sebagainya, persis banget kaya' cewek. Gue mikir mahasiswa kere begini naik bisnis, yang ekonomi aja sudah bersyukur. Jadi tambah tidak sabar pengalaman apalagi yang menunggu gue nanti. Skip..skip..skip... tibalah saatnya gue berangkat. Dengan semangat 45gue pun ke bandar udara kita, Indonesia tercinta, Soekarno - Hatta Cengkareng. Tiba di bagian Qatar Qounter, cek cek semua dan beres karena gue hanya membawa satu tas carrier 25 kg hehehe (sungguh tipe mahasiswa sejati). Setelah urusan chek in beres, ternyata gue diarahkan ke Premiere Lounge for first and business class, disana gue bokis (bengong eksis hehehe) gue masuk ke dunia para eksekutif muda, udah dah serasa eksekutif muda hahahaha. Disana fasilitas lengkap sekali mulai dari makan dan minum gratis sekenyangnya, internet gratis, sofa yang empuk dan tempat fitness nah yang ini gue ngarang hehehe. Memang tempat yang cozy banget dah. Sayang seribu sayang gue tidak mendokumentasikan tempat ini karena saking groginya (maklum saja wong ndeso !!!) dan memang hp gue butut, sering hang kameranya.

Tibalah gue duduk di pelaminan eh naik ke pesawat, yang di panggil dahulu adalah first class, setelah itu business class yang terakhir economy class (nasib memang ada kelas-kelas begini) mirip sistem anak TK dah baris berbaris yang rapih. Ketika gue didalam body dan melihat isi pesawat tersebut gue kagum karena sangat canggih, gue mikir kok bisa ya manusia dapat menciptakan alat transportasi seperti ini. Sungguh hebat, jadi inget Pak Habibie.

Pas gue duduk, pramugari dengan ramah memberi salam dan menanyakan apa yang gue inginkan untuk welcome drink. Gue minta air putih saja saking groginya hehehe. Menurut gue kursi pesawat sangat nyaman, brda banget sama korsi angkoyt yang sering gue tebengin. Banyak tombol-tombolnya dan yang lagi-lagi gue sendiri gak ngerti artinya. Dengan malu-malu gue bertanya ke pramugari gimana caranya mengaktifkan layar tv dan lain sebagainya hehehe, lebih baik bertanya khan bro, dari pada merusak barang, ntar suruh ganti lagi. Dengan ramah pramugari menjelaskan fungsi dan kegunaan masing-masing tombol. Tentu saja memakai bahasa inggris, soalnya pramugarinya dari Korea Selatan. jadi inget Jeon Ji-hyun yang maen My Sassy Girl hehehe.

Air putih aja deh

Ternyata kursi di pesawat ada fasilitas pijitnya juga, wah kesempatan ini mumpung pijit gratis hehe. Tinggal pilih saja mau pijit dimana, di kepala, leher atau bagian pinggang belakang. Mau tau rasanya ? menurut gue ya enakan pijitan mbok-mbok tukang pijit... kalau yang pijit elektronik ya begitu-begitu saja. Lanjut lagi... dari Jakarta perjalanan diarahkan menuju Doha, markas besarnya Qatar Airways. Perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman, selama perjalanan gue diservice abis dah, disuguhi makanan dan snack serta fasilitas hiburan yang memanjakan juga dikasih peralatan tidur kaya' pyjama, kaos kaki, sikat gigi sama odol, penutup mata buat tidur sama parfume biar gak bau. Maklum biar gak bosan di perjalanan yang panjang. 
Pencet tombol yang mana ya

Nyamannya tempat duduk sekaligus tempat tidur

Transit di Doha
Ketika transit di Bandara Udara Doha International Airport, ternyata lagi-lagi tiap kelas dibedakan, kelas bisnis diarahkan ke Bisnis Lounge. Di sini kita bisa istirahat, makan dan minum, internetan bahkan disediakan tempat untuk mandi lho. jangan khawatir handuk, odol, sikat gigi, sabun dan shampoo disediakan. Maknyuzz tenan. Dari Doha perjalanan di lanjutkan ke Bandara Charles de Gaulle Perancis, kurang lebih sih sama, disini gue kebanyakan tidur biar gak jet lag.

Akhirnya gue sampai di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Bienvenue dans la France !!!, perjalanan yang sungguh melelahkan sekaligus menyenangkan serta tidak akan terlupakan seumur hidup gue. Ok itu saja dulu, lain kali gue akan cerita lagi yang lain. Salam

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan sobat berkomentar bebas di kolom komentar, asal jangan spam dan komentar yang menyinggung perasaan orang lain, ras, agama, mengganggu hubungan orang lain dan lain sebagainya, komentar terunik akan mendapat hadiah (ngarep... hehehe), dah intinya komentar aja yang bebas tapi sopan

Tulisan laen yang kagak jelas