Martabak HAR, Martabak Palembang cita rasa India


Martabak HAR
"Sekapur sirih"
Tulisan ini mengungkapkan kecintaan dan kerinduan saya terhadap kampung halaman saya, dimana saya dilahirkan dan menghirup udara pertama kali di dunia fana ini, tepatnya di Palembang. Saat tulisan ini saya buat, saya sedang berada di Italia untuk belajar dan semoga nanti saya dapat pulang ke Palembang untuk bertemu sanak keluarga tercinta. Dalam artikel ini saya akan bercerita tentang Martabak HAR. Enjoy ! 

"Isi Tulisan"
Pernah dengar kata « Palembang » duh hari gini gat tau Palembang, kemana aja loe selama ini bro. Palembang, adalah ibukota propinsi dari Propinsi Sumatera Selatan, letaknya di ujung selatan Pulau Sumatera. Dahulu kota Palembang sudah terkenal sebagai pusat dari kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara yaitu Kerajaan Sriwijaya. Karena saking cintanya penduduk di Palembang, semua di beri label Sriwijaya, dari nama universitas, klub sepak bola, operator pesawat terbang, sampai pada klub motor dan mobil semua mencantumkan nama Sriwijaya yang menunjukkan bahwa mereka dari Palembang atau Sumatera Selatan.

Palembang di Indonesia yang dilingkaran merah ya, sumber peta dari
Google maps, jadi kalau salah, salahkan Google ya hehehe
Palembang berada di tepi Sungai Musi dimana hulu sungai ini berada di Propinsi Bengkulu dan mengalir ke arah timur mengikuti kontur tanah yang memang landai di bagian timur. Muara Sungai Musi berada di Selat Bangka. Dalam waktu 10 tahun ini Palembang telah berkembang menjadi kota metropolitan (ingat metropolitan ya… bukan metroseksual hehehe) dimana sejak PON tahun 2004 sukses dilaksanakan, dilanjutkan dengan SEA GAMES tahun 2011, Palembang telah menjelma menjadi kota yang cantik atau cindo, istilah wong Palembang. Banyak bidang usaha tumbuh bak jamur di musim hujan, salah satunya adalah bidang kuliner. Siapa yang tidak kenal pempek ? Semua kenal pastinya, tapi Palembang tidak hanya pempek saja, ada burgo, mak suba, tekwan, es kacang merah, lenggang, martabak HAR dan lain sebagainya.

Pada episode eh… artikel kali ini saya akan membahas martabak HAR. Martabak HAR, cukup unik namanya, taukah anda kalau martabak HAR itu adalah nama singkatan dari nama pendiri usaha ini yaitu Haji Abdul Rozak (HAR). Beliau mendirikan martabak HAR sudah cukup lama didirikan pada tanggal 7 bulan 7 tahun 1947, unik bukan tanggal pendiriannya. HAR sendiri adalah warga Negara Indonesia asli (Beliau sudah meninggal, anak-anak Beliau lah yang meneruskan usaha ini, mari teman-teman kita doakan arwah Beliau agar tenang di sisi-Nya. Amin). HAR adalah keturunan India, Beliau menikah dengan putri Palembang nan cindo. Usaha martabak pertama kali berada di dekat Masjid Agung Palembang (Jl. Sudirman Palembang), karena kegigihan Beliau akhirnya usaha martabak Beliau berkembang pesat. Nama usahanya juga unik yaitu Toko Kopi Martabak HAR

Aduh air putihnya kelihatan hehehe
maklum mahasiswa carinya  yang gratis saja
Adonan dan bahan Martabak HAR sendiri terdiri dari tepung yang di lapisi oleh telur bebek dan telur ayam, kemudian di goreng. Nah bagian ini yang saya suka adalah bumbu kari-nya, terdiri dari kentang dan rempah-rempah. Tidak lupa pula cabe rawitnya. Hm… maknyuzz meminjam istilah Pak Bondan, ahli kuliner icip-icip Indonesia. Adanya bumbu kari sendiri merupakan perpaduan dari masakan India yang memang banyak menu kari-nya, wajar saja karena pemilik merupakan etnis keturunan India. Sehingga cocok sudah Martabak HAR dinamakan Martabak Palembang, cita rasa India.

Martabak HAR sangat cocok jika di nikmati dengan es the atau es jeruk, mengingat iklim di Palembang yang panas sepoi-sepoi. Martabak HAR saat ini banyak cabangnya di Palembang, gak kalah dengan Minimarket Indomaret dan Alfamart. Karena Martabak HAR sangat terkenal, maka banyak dari orang lain yang bukan keluarga HAR juga ikut-ikutan membuat martabak HAR. Untuk membedakan mana took martabak HAR asli dan yang bukan, maka ada cara unik yang pemilik lakukan, yaitu memasang foto Haji Abdul Rozak (HAR) di toko mereka. Jadi jika anda melihat foto Haji Abdul Rozak saat anda makan martabak HAR maka anda berada ditoko asli. O iya harga Martabak HAR juga bersahabat di kantong, yaitu Rp. 22.000- sampai dengan Rp. 31.000- / porsi, tergantung isi dari martabak, pakai telur ayam atau telur bebek.

Jika kalian berkunjung ke Palembang, jangan lupa mampir ke Toko Kopi Martabak HAR dan rasakan sendiri dahsyatnya kelezatan martabak HAR. Saya saja kalau makan bisa dua porsi hehehe. pada artikel lain saya akan cerita hal lain tentang kota saya tercinta ini. Palembang. Salam hangat 

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan sobat berkomentar bebas di kolom komentar, asal jangan spam dan komentar yang menyinggung perasaan orang lain, ras, agama, mengganggu hubungan orang lain dan lain sebagainya, komentar terunik akan mendapat hadiah (ngarep... hehehe), dah intinya komentar aja yang bebas tapi sopan

Tulisan laen yang kagak jelas