Selamat jalan kekasih... terima kasih untuk 13 tahun yang penuh arti

Jika Guns 'n Roses bilang Bulan November adalah bulan yang sedih, bagi gue, Bulan Desember adalah bulan yang sedih. Betapa tidak setelah 2 tahun gue berjuang jauh dari keluarga, memeras otak belajar untuk lulus di salah satu Program Erasmus Mundus Eropa di Perancis dan pulang ke Indonesia dengan bangga membawa gelar Master of Science dan kembali bekerja dan menyesuaikan diri dengan rutinitas kantor. Saat itulah cobaan lain datang di kehidupan gue. 

Baru 1 bulan gue kumpul dengan keluarga dan memulai kehidupan normal seperti keluarga Indonesia yang lain. Allah SWT telah memanggil istri tercinta gue di usia yang sangat muda, 31 tahun tepat pada hari Jum'at 11 Desember 2015, pukul 11.45 WIB yang lalu. Serasa dunia mau runtuh, dimana anak-anak gue sedang membutuhkan kasih sayang seorang ibu dan gue baru saja pulang dari berpisah. Sekarang harus berpisah selamanya. Ya Allah semoga gue kuat menghadapi ujian-Mu ini !

Benar kata orang-orang, bahwa lahir, jodoh, hidup dan mati tidak ada yang tahu dan merupakan rahasia Allah SWT. Setelah 13 tahun bersama sekarang harus berpisah karena maut memisahkan. 8 tahun pacaran dan 5 tahun berumah tangga memberikan banyak kenangan berarti bagi gue. Banyak suri tauladan dari istri gue yang membuat gue bangga sebagai suami. Semoga Mama termasuk golongan istri yang sholeha yang diberi ganjaran surga oleh Allah SWT. Amin...

Selamat jalan kekasih... terima kasih untuk 13 tahun yang penuh arti
We love you until the end of the world...

Susahnya merokok di Eropa

Fumar mata, bahasa Portugis yang artinya Merokok membunuhmu
Beruntunglah karena kita tinggal di Indonesia, negeri yang elok dan berada di iklim tropis, kalo kata temen gue yang orang bule negeri yang dia impikan seperti surga. Gak harus keluar rumah pake jaket tebel dan sepatu anti air setiap saat karena udara yang dingin banget, banyak banget menu makanan, matahari selalu bersinar setiap saat, kalo puasa jadwalnya tetap gak kurang gak lebih, paling beda 15-30 doang. Bayangin aja kalo di Eropa mau puasa pas musim Panas, Magrib sekitar jam 10 malam sedangkan imsyak jam 2 sampe 3 pagi. Lumayan khan, pas di kebetulan ke Inggris tahun kemarin puasa sekitar 20 jam an. weleh-weleh dan kita orang Indonesia masih aja ngeluh, padahal puasa cuma 12 jam an aja. Dan yang paling penting harga rokok yang murah abis.

Nah gue bakalan bahas soal rokok di Eropa, Eropa yang gue maksud cuma beberapa negara contoh kaya' Perancis, Spanyol, Portugal, Inggris dan Italia, bagi kalian kalangan Ahli Hisap ada baiknya bercermin dari pengalaman orang-orang Eropa soal rokok. Rokok di Eropa termasuk barang yang tersier alias mahal, lebih mahal dari harga ayam dan daging. Kagak percaya, harga Rokok Branded yang bungkusan, di jual perbungkus paling mahal di Paris dengan harga kisaran 7.8 Euro an( sekitar 115.000- Rupiah). isi cuma 20 batang doang. Di Portugal, Spanyol dan Italia agak lebih murah sekitar 5 Euro an (72.000- Rupiah). Coba bayangin harga rokok di Indonesia yang cuma 11.000 - 15.000- Rupiah per bungkusnya. Bisa kaya kan kalo jualan rokok di Eropa. 

Tapi jangan salah, maksimum membawa rokok ke Eropa menurut peraturan Bea dan Cukai Bandara setempat maksimum 2 Slop (2x10 Bks untuk isi 16 batang atau 2x20 bungkus untuk isi 12 batang).  lewat dari sana rokok kalian bakalan disita sama Bea dan Cukai Bandara. Kalo beruntung kalian bisa lolos sih kalo bawa lebih, tapi ya gak tau juga, gak bisa jamin.

Di Eropa sendiri peraturan untuk perokok ketat sekali, semua diawasi pemerintah. Kalian cuma bisa beli rokok di Tabac atau toko rokok, gak bisa di sembarang tempat, apalagi di kaki lima, gak ada yang jual bro. Untuk batas usia sendiri, penjual rokok juga termasuk patuh, tidak di perkenankan di jual anak-anak di bawah 18 tahun. Lain lagi kalao di Indonesia, bau yang beli orang tua, remaja ato pun anak-anak tetap di layani, gak perduli umur, yang penting laris, padahal sudah ada larangan di bungkus rokoknya. Lagi-lagi soal mental bro, gak bisa di salahin juga, gak bisa memberikan perubahan secara drastis, harus pelan-pelan.

Karena rokok bungkusan harganya selangit, maka ada rokok-rokok alternatif, alias tingwe (linting dewe), nah rokok ini jadi favorite sebagian orang-orang Eropa yang ahli hisap, karena selain harganya murah juga isinya banyak, bisa dilinting sampe 30 batang. Harganya juga lebih murah sekitar 3 Euroan dari rokok yang branded bungkusan. Tapi kita harus beli kertas dan filternya terpisah lagi. jangan khawatir harganya murah, bisa sampe 50 buah kalo di linting hasilnya. 
Kertas rokok, isinya 50 - 100 kertas
Filter rokok, isisnya 120 buah
Kalo lengkap ada, tembakau, filter dan kertasnya
Untuk merokok pun ada aturannya lagi, kalau di Paris dan Negara Eropa lain sudah melarang untuk merokok di dalam restauran, bar atau cafe. Jika mau merokok silakan di luar (kecuali Portugal, sampai tulisan ini di tayangkan masih memperbolehkan untuk merokok di dalam restauran, bar atau cafe) kebayang khan dingin-dingin merokok di luar hehehe. 

Jadi bisa tau khan betapa menderitanya para ahli hisap di Eropa, penuh perjuangan untuk merokok. Makanya kalo orang Eropa ke Indonesia, mereka senang sekali, karena harganya murah dan bisa di beli dimana saja dan parahnya bisa merokok di mana saja juga. Betapa bebas negeri kita tercinta. Salam

Perancis, Negara Seribu Wine




Apa yang terbayang dalam benak sobat semua saat pendengar kata PERANCIS ? Hm… pastinya Menara Eiffel, romantis, eropa, Anggun C. Sasmi dan wine. Yup wine adalah minuman kebanggaan dari orang-orang Perancis, saking kecanduannya orang Perancis dengan wine seperti menjadi salah satu minuman pokok selain air putih (l’eau mineral), kalo di Indonesia sama dengan minum jamu barang kali ya hehehe. 

Sejarah wine sendiri sudah sangat lama dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Perancis sendiri. Wine dikenal sejak jaman sebelum masehi, saat wilayah Perancis masih di bawah Kekaisaran Romawi, tradisi memproduksi wine ini terus berkembang sampai sekarang. Siapa yang tidak mengenal wine Perancis yang enak dan bercita rasa tinggi. Perancis bukan satu-satunya negara penghasil wine, selain Perancis negara-negara di Eropa lain juga memproduksi wine, namun gak tau kenapa wine Perancis lah yang terkenal. Mungkin karena tanah di Perancis sangat cocok untuk memproduksi anggur kali ya.

Wine itu terbuat dari apa sih sob ?

Wine adalah salah satu minuman beralkohol, jika di Indonesia, banyak sekali minuman beralkohol yang oplosan alias dari alcohol yang bukan untuk minuman sehingga banyak menimbulkan korban jiwa (lha iya lah alcohol untuk luka diminum, yo modar hehehe) maka wine terbuat dari anggur. Yup tanaman anggur yang di fermentasi yang diambil sari atau gula kemudian diperam.


Ada beberapa macam wine
Ada beberapa macam wine yang di kenal, di Perancis yang paling terkenal adalah Red Wine alias bahasa Indonesia-nya anggur merah (inget lagunya Meggy Z nih), tapi ada banyak jenis wine, antara lain :
  • Red Wine adalah wine yang dibuat dari anggur merah (red grapes).
  • White Wine adalah wine yang dibuat dari anggur putih (white grape). 
  • Rose Wine adalah wine yang berwarna merah muda atau merah jambu yang dibuat dari anggur merah namun dengan proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine.
  • Sparkling Wine atau Champagne adalah wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbon dioksida di dalamnya, Champagne sangat khusus karena hanya dibuat dari anggur yang tumbuh di desa Champagne dan diproduksi di desa Champagne yang boleh disebut dan diberi label Champagne. Keren ya !
  • Sweet Wine adalah wine yang masih banyak mengandung gula sisa hasil fermentasi sehingga membuat rasanya menjadi manis.
  • Fortified Wine adalah wine yang mengandung alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wine biasa antara 15% hingga 20.5%, karena rata-rata alohol di wine biasa hanya 12%.

Aturan minum wine
Untuk merasakan sensasi minum wine yang benar ya ikuti aturan minumnya, gak asal teguk minum glek...glekk...saja hehehe, sejauh pengalaman saya (maaf ya jika berbeda dengan pengalaman teman-teman lain), yang pasti red wine biasanya teman untuk makan daging. Sedangkan white wine untuk campuran teman makan ikan. Perhatian keras, setelah minum wine jangan minum bir, jika teman-teman tidak mau mabuk atau hang overYa kira-kira itu saja macam-macam wine yang saya temui di Perancis sampai saat ini, nanti akan saya tambah artikel lagi tentang Perancis. Semoga bermanfaat. Au revoir !

Cara otomatis publikasi artikel pada blog





Halo kembali lagi bersama saya Maissy hehehe, ups... inget masa keci gue dulu. Sekarang sih maissy dah gede :D. Oke balik lagi ama gue yang imut ini akan menjelaskan bagaimana cara-cara yang dilakukan untuk memudahkan hidup anda dalam berblog ria. Dalam artikel kali ini gue akan membahas mengenai cara otomatis untuk mempublikasikan artikel sesuai waktu yang kita inginkan, istilah kerennya publikasi terjadwal. Ya kadang setelah menulis artikel di blog kita tidak ingin buru-buru mempublikasikan ke umum artikel kita tersebut, mungkin pada hari itu kita telah mempublikasikan dua puluh buah artikel (wow suatu pencapaian rekor dunia hehehe, rekor gue adalah memposting 15 artikel dalam satu hari, itu juga karena sgue pindah nama dan alamat blog hehehe)

Apa sih keuntungan dari cara otomatis publikasi artikel dengan pola terjadwal? Keuntungannya adalah jika, pada hari tersebut kita tidak dapat terhubung dengan internet maka, server pada blog secara otomatis akan mengeksekusi atau mempublikasikan artikel kita pada jam dan detik yang kita inginkan. kita juga akan dapat verifikasi atau pemberitahuan melalui emai. Lapor Ndan, artikel sudah di terbitkan, laporan selesai. Begitu kira-kira laopran server blog Tidak dikurang-kurangi dan tidak juga tidak dilebih-lebihkan, wuih… canggihnya ya jaman sekarang.

Yuk kita mulai saja langkah-langkahnya :
  • Anda harus punya blog terlebih dahulu (ngaco nih hahahaa, ya iyalah…)
  •  Pastikan bahwa tulisan anda telah siap
  • Buka dashboard administrator pada blog anda
  • Masuk ke entri baru
Masuk ke entri baru
  • Lihat pada pojok kanan nada tulisan Jadwal, nah mulai masuk ke setel tanggal dan waktu. Ingat harap berhati-hati menyetel tanggal dan waktu, karena saya pernah melakukan kesalahan, saya pencet waktu dua minggu yang lalu, alhasil artikel saya langsung terpublikasi, padahal saya ingin artikel tersebut sebagai artikel cadangan.
Kunci jawaban ada di pojok kanan
  • Setelah anda benar-benar yakin, pencet tombol publikasi.
  • Selamat sekarang artikel anda akan dipublikasikan sesuai jadwal yang anda inginkan.
  • Anda dapat mengeceknya di tombol Pos dengan mengklik Terjadwal.
Tinggal santai saja, semua sudah terjadwal
Demikian cara otomatis publikasi artikel pada blog, pada lain waktu dan lain kesempatan gue akan posting cara-cara yang lain. Ok sekian dahulu semoga bermanfaat.

Cara mengetahui umur blog atau website





Kali ini gue akan berbagi cara mengetahui umur blog atau website. Ada banyak yang bertanya, buat apa sih mengetahui umur website ? Mungkin bagi beberapa orang, tidak jadi permasalahan, namun bagi para pelaku bisnis di dunia maya alias para internet marketing, mengetahui umur sebuah website juga sangat penting selain dapat melihat lalu lintas trafik pengunjung tiap hari dari website tersebut juga dapat dicek kebenarannya langsung tanpa harus bertanya kepada owner website. Ada beberapa metode yang dapat anda lakukan, yaitu dengan memasukkan website yang anda hendak ketahui umurnya pada website pencari umur. Adapun website penyedia layanan pencari umur blog atau website dapat di cek pada website-website berikut :
Demikian tutorial singkat bagaimana cara mengetahui umur blog atau website dengan mudah. nanti dilain waktu dan kesempatan akan dibahas tutorial yang lain. Salam

Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 4 - Tamat)


Lukisan Monalisa atau La Joconde dalam bahasa Perancis
Ini episode terakhir dari 4 episode Mengunjungi Museum Louvre, di episode kali ini gue mau cerita soal lukisan, Kalo di Indonesia maestro pelukis kita Raden Saleh pada masa kolonial, trus ada Joko Pekik, Basuki Abdullah, Affandi dan lain-lain, maka di eropa sana lukisan sudah berkembang sejak abad ke 15 masehi dan mencapai puncak kejayaan pada abad ke 18 masehi (tiap negara beda-beda ya), pantes aja yahud-yahud hasil karyanya, dah lama bro.

Seperti cerita gue sebelumnya kalau para pelukis dari Italia di tempatkan di hall Denon, maka para pelukis Perancis seperti  karya Jean-Baptiste Greuze, François-Hubert Drouais, Claude Joseph Vernet, Louis-Léopold Boilly dan pelukis favorite gue Jacques-Louis David (sorry gak bisa gue sebutin satu-satu banyak banget bro pelukis Perancis, wajar aja mungkin orang-orang Perancis punya cita rasa seni yang tinggi ya, sudah keturunan) di tempatkan di hall Richelieu. Gue bisa menghabiskan waktu berjam-jam di hall ini, karena gue suuuuukkkkaaaa banget. Gue paling suka lukisan-lukisan tentang Napoleon Bonaparte, itu lho Kaisar Perancis yang menaklukkan banyak negara, istilah yang gue pake Napoleon setingkat dengan Alexander Yang Agung deh. Sangat heroik banget lukisannya. Nih dua lukisan favorite gue. Keren banget ya. 
Napoleon Bonaparte melintasi Pegunungan Alpen
karya pelukis Jacques-Louis David 
Karya Jacques-Louis David yang paling fenomenal menurut gue kaya, lukisan dibawah ini bro, bayangkan napoleon dilukis dengan ukuran sebenarnya, kebayang kan gedenya lukisan itu ukurannya 6,21m × 9,79m . Gue sampe geleng-geleng kepala deh, berapa banyak cat minyak yang di pake hehehe. 
Penobatan Napoleon Bonaparte menjadi kaisar
karya pelukis Jacques-Louis David 
Lukisan Napoleon Bonaparte yang lain saat perang
Ruang pamer lukisan Perancis
Lukisannya gede banget
kalo yang ini gue lupa judulnya hehehe
Setelah puas liat-liat lukisan, lanjut keruangan yang lain bro, disini ada ruangannya Napoleon III, Presiden Republik Perancis yang pertama bro memerintah dari10 Desember 1848 sampai 2 Desember 1851, terus menjabat lagi 2 Desember 1851 sampe 2 Desember 1852. Trus ada pergolakan dan Perancis jadi Kekaisaran lagi, Napoleon III adalah gelarnya, kekuasaannya dari tanggal 2 Desember 1852 sampe 4 September 1870. 
Ruangan Napoleon III
di ruangan ini lukisan Napoleon III dan istri
Ruang makannya
Kursinya kayanya empuk banget, gak boleh didudukin ya
Selain koleksi artefak, bangunan Museum Louvre juga gak kalah cantik lho, banyak ukiran-ukirannya, wajar saja karena dulunya merupakan istana dari raja-raja Perancis. Tahun 1682, Raja Louis XIV memutuskan pindah ke Istana Versailles sebagai tempat kediamannya sehingga Museum Louvre berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi kerajaan. Liat aja langit-langit museum penuh dengan lukisan yang cantik.
Langit-langit Museum Louvre, cantik banget ya
Luar museum. cerah banget
Keren abis, speechless dah 
Ok sekian dahulu artikel tentang Mengunjungi Museum Louvre, cukup panjang memang sampai 4 episode, karena gue juga nulis pas waktu luang aja. Lain waktu gue akan membahas museum yang lain. D'accord. Au revoir !


TAMAT/FIN/END

Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 3)


Pintu masuk Pyramid
Terima kasih sudah bersedia menunggu peluncuran artikel selanjutnya nih. Oke kita lanjut lagi ke bagian tiga dari artikel Mengunjungi Museum Louvre. Karena koleksi artefak (istilah arkeologi untuk menyebut benda-benda kuno hasil prakarya manusia) Museum jumlahnya jutaan dan beragam. Gue coba fokus satu-satu dulu ya. Yuk lanjut study tour-nya, pertama kali gue lihat di bagian bawah setelah pintu masuk kita akan berjalan di lorong yang gede banget. Trus ketemu dengan atap berbentuk piramid yang tembus pandang, karena terbuat dari kaca. 

Di bagian ini merupakan koleksi patung-patung dari perunggu. Keren banget dah koleksi patung perunggunya. Pengerjaan dari pematung yang nampak sangat sempurna menghasilkan patung perunggu yang indah, detail dan cantik. Gue sampe terkagum-kagum, karena bisa dibayangkan kan capeknya pematung membuat patung perunggu maha karyanya, pertama bikin lilin dahulu, trus lilin di buat cetakan dari tanah liat, trus perunggu di siapkan. O iya perunggu merupakan bahan logam campuran dari tembaga dan timah, baik itu timah putih atopun timah hitam. Setelah bahan siap, mulai deh pematung menyiapkan tunggu, gunanya ya itu tadi buat masak tembaga dan timah biar nyatu, mirip-mirip ibu lah kalo di dapur, semua jadi satu masak di kuali hehehe. Setelah semua bahan cair, nih kira-kira butuh pemanasan api 1000 derajat celsius bro (gile panas banget khan). Campuran tembaga dan timah tadi, sekarang namanya jadi perunggu di masukkan ke cetakan yang disiapkan, kemudian didinginkan bro. Gitu kira-kira cara pengerjaannya, rumit banget khan bro dan diperlukan kecermatan yang tinggi untuk menghasilkan karya yang bagus. Kita cuma bisa nikmatinya saja dan terkagum-kagum. Wow keren !
Wilayah kekuasaan pematung ada disini
Photo-photo dulu
Salah satu patung yang gue suka " Berburu rusa"
Lanjut ke bagian tematik bro, masih soal patung sih, kali ini patung-patung yang terkenal. Pernah denger kata "Milo" bro ? Ingetnya pasti merek susu hehehe. Nama Milo itu diambil dari bahasa Yunani bro, nah di Museum Louvre sendiri Patung Venus de Milo merupakan patung yang paling terkenal, setingkat dengan Monalisa kalau di lukisan. Patung Milo sendiri diangkut oleh Perancis langsung dari Yunani bro waktu jaman perang dan di masukkan di Museum Perancis, keren ya rebutan benda-benda sejarah. jadi inget novel The Monument Man, gimana ada tentara yang bertugas menyelamatkan benda-benda sejarah.

patung Milo sendiri gak ada tangannya lagi bro, jadinya ya begitu, berdiri dengan seksinya hehehe, sampe-sampe sarungnya hampir melorot. Yang gue kagum dari patung ini adalah gaya Milo sendiri dan detail banget bro, sampe-sampe lekukan badan dan lipatan kain bisa kelihatan dengan jelas. Padahal patung ini bahannya dari batu marmer, kebayang khan keras banget matungnya, dan gak boleh ada kesalahan sedikit pun, kalo gak ya hancur patungnya. 

Venus de Milo, patung paling terkenal
Patung Jupiter
Sakrofagus, atau peti mati jaman Yunani Kuno
yang ini gue lupa, kayanya patung cewek ya hehehe
yang ini keren, panahnya dari perunggu bro
Ok itu dulu untuk isi artikel kali ini, nanti gue lanjutkan untuk artikel selanjutnya, tetap di tema yang sama Museum Louvre. Salam

Cek juga di tulisan sambungannya di link berikut :
  • Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 1)
  • Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 2)
  • Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 3)
  • Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 4 - Tamat)

Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 2)


Setelah pada artikel sebelumnya gue membahas tentang bagaimana cara mengunjungi Museum Louvre dengan menggunakan fasilitas transportasi publik dan kendaraan pribadi. kali ini gue akan membahas mengenai koleksi dari Museum Louvre. Tulisan ini akan bersambung, karena masih banyak yang gue ingin bagi dan karena keterbatasan waktu gue menulis sehingga pembaca harap bersabar ya. Yuk langsung saja mari kita mulai tour kita kali ini
Patung Raja Louis XIV di Museum Louvre, saya potret pada sore hari
Museum Louvre adalah museum terbesar dan koleksi terbanyak di Perancis, koleksinya ada jutaan buah dan bernilai sangat mahal jika di Euro-kan (sebenarnya benda-benda sejarah adalah koleksi yang tidak ternilai harganya, alias tidak dapat dihitung dengan uang) tersimpan dengan rapi baik di gallery maupun di storage museum. Untuk mengelilingi atau meng-khatam-kan kunjungan melihat semua koleksi museum, tidak cukup dalam satu hari saja. Walaupun kita telah datang pagi-pagi sekali saat museum buka dan pulang pada saat museum tutup, tetap tidak dapat menyelesaikan semua etape bro. Pengalaman gue, butuh waktu kira-kira 3 atau 4 hari untuk mengunjungi seluruh koleksi museum, dengan catatan kita melihatnya tidak tergesa-gesa ya, dinikmati setiap detail koleksi dan di pelajari asal dan sejarahnya. Kalau mau selesai semua dalam satu hari ya gimana kalau lari saja di dalam museum hehehe  :D.

Untuk itulah pihak museum membuat tiket terusan untuk beberapa hari kunjungan ke museum. Yuk lanjut lagi, ketika masuk museum melalui piramida kaca, kita akan bawa turun oleh bidadari, eh... tangga eskalator menuju ruangan koleksi. Ruangan koleksi permanen terdapat beberapa cabang, gue sarankan sih mengambil peta panduan yang ada di bagian front desk museum. Tersedia berbagai macam bahasa, namun sayang gak ada bahasa Indonesia hehehe, terpaksa ambil yang bahasa Cina, tambah pusing hahahaha. Percaya saja, walaupun sudah memakai peta dan petunjuk tetap saja banyak turis yang tersesat termasuk gue hehehe. Ampun museum ini gede banget... mall di Indonesia kalah luasnya hehehe
Hall Museum Louvre, turis masih kebingungan hehehe, termasuk saya juga
Ada 3 gerbang utama di Museum Louvre untuk masuk ke dunia lain hehehe, yaitu Richelieu, Sully dan Denon nah tentukan pilihan anda. Sully biasanya untuk pameran sementara alias temporaray exhebition biasanya sih bayar lagi (pasti gak mau ya hehehe, cari yang gratis aja hehehe). Jika tujuan cuma mau melihat dan selfie di depan lukisan Monalisa karya sang maestro Leonardo da Vinci ke arah Denon saja, kalau gerbang Richelieu lukisan dari pelukis lokal Perancis yang terkenal, gerbang ini favorite gue, soalnya gue suka lukisan-lukisan Perancis. 
Peta Museum Louvre
Silakan tentukan pilihan anda untuk masuk ke dunia yang mana, pesan gue hati-hati nyasar ya. Pastikan bahwa anda tidak pakai high heels bagi yang wanita gempor booo, bagi yang laki-laki ya pakai sepatu kets saja lebih nyaman. itu sih saran gue, diikutin ya syukur gak juga gak apa-apa. O iya, dilarang makan dan minum di dalam museum khususnya di ruangan gallery. Anda dapat makan dan minum di hall dekat pintu masuk, jika anda nekad pastinya petugas museum tidak akan segan-segan meng-kick anda lho. Jadi, jadilah turis yang manis (kucing kali ya hehehe) karena anda juga membawa nama negara kita Indonesia, jangan malu-maluin lah pokoknya di negara orang.

Ok sekilan dahulu, nanti gue sambung ke epidose berikutnya ya, stay tune. Au revoire !

Cek juga di tulisan sambungannya di link berikut :

Bahagialah sobat yang puasa di Indonesia



Pertama-tama gue mau ucapin "Selamat menjalankan ibadah puasa" bagi sobat umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Hari ini adalah hari yang berbahagia, betul gak ? mulai hari pertama sahur sampe buka puasa, sudah kebayang di kepala mau buka pasti ada kolak, kolang kaling, cendol, kurma plus banyak makanan yang laen bikinan Emak yang bikin kalap pas makan. Netes dah liur gue :D

Di Indonesia suasana bulan Ramadhan kerasa banget, mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi kita semua di naungi suasana Ramadhan. Misalnya nih pas sahur, ada aja anak-anak ato orang-orang yang bangunin kita pas sahur. Biasanya nih yang tipe begini orang-orang yang ronda sekalian bangunin orang sahur, plus yang di rumahnya dekat dengan masjid dah kedengeran tuh suara TOA bangunin orang "SAHUUUUUURRRRRR, SAAAAAHHHHHUUUURRRR".


Belum lagi acara di tipi yang bakalan nemenin kita santap sahur, dah banyak dan beragam tipe acaranya pas sahur, mulai dari banyolan sampe ke curhat-curhatan. Nah pas menjalankan aktivitas sehari-hari juga sama tuh, banyak toko-toko, warung plus restoran yang tutup, minimal gerainya di tutup hordeng ato kaen lah supaya gak ketauan kalo loe lagi makan di dalem hehehe. Modus !

Pas sore sampe malem juga sama. Waktu MAGRIB adalah favorite semua orang yang menjalankan ibadah puasa, betul gak ? Kebayang pas ngabuburit plus rebutan beli makanan di pasar kaget buat buka puasa, karena Emak males masak plus nyari Rendang Jengkol yang sekarang harganya Nauzzubihah ngalahin harga Rendang daging buat buka puasa. Harusnya pemerintah nih mengadakan darurat nasional krisis jengkol. Trus nyari Es Pisang Ijo khas Makasar duh dah iler gue kemana-mana dah 

Pas taraweh juga sama, banyak yang pergi ke masjid, tiba-tiba aje masjid rame (Alhamdulilah sih), kalo loe pasti gue tahu selain ngecengin cewek inceran yang juga tarawih pasti maen petasan bareng sobat-sobat. Nah kalo maen petasan nih favorite gue. Mulai dari petasan cabe sampe petasan banting  dah khatam gue. 

maen petasan pas ramadhan, keep safe sobat pas maen petasan (google)

Masa-masa indah menyambut bulan Ramadhan berbalik 180 derajat pas loe lagi di luar negeri. Kebetulan sekarang lagi musim panas alias sumuk en summer. Nah berdasarkan geografi nih karena Eropa adaanya di ujung utara bakalan kena sinar matahari lebih lama di banding di Indonesia yang berada di tengah-tengah bumi. Alhasil puasa di Eropa bakalan lebih lama. 

Puasa di Eropa juga biasa aja, gak ada yang istimewa karena memang muslim minoritas plus memang kebanyakan orang Eropa gak merayakan secara rame-rame. Gak bakalan nemu orang yang teriak-teriak SAHUR buat bangunin orang, gak bakalan nemu juga acara tipi yang membahas soal puasa hampir 24 jam. Gak ada juga warung ato restoran yang tutup gara-gara Ramadhan. Semua normal seperti hari-hari yang sebelumnya.

Kalo puasa di Eropa pas summer, lumayanlah puasa bisa18 - 21 jam sehari dari sahur sampe Buka. Sekarang sih sekitar jam 9 - 10 malam untuk Magrib. Kebayang khan perjuagan sobat-sobat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa di Eropa, waktu lebih panjang untuk menahan lapar dan haus. Plus harus bangun lebih awal karena Imsyak yang injury time nya jam 3 pagi.

Jadwal Ramadhan 1436 H di Paris (credit photo : Dimas)
Jadwal Magrib waktu Ferrara, Italia, jam 9 malem :'(

Jadi menurut gue, berbahagialah sobat yang merayakan puasa di Indonesia, selain karena suasananya yang memang kayanya khusuk banget karena hampir tiap orang menjalankan puasa dan gembira merayakannya, selain itu sobat bakalan mudah nemuin aneka kue dan jajanan pasar yang pastinya enak banget, dah kebayang gue es cendol :D. Gue disini makan bakwan aja harus bikin sendiri, biasanya sih tinggal beli aja di Tukang Gorengan, Nasib !

Selamat menjalankan ibadah puasa untuk sobat semua

Mengunjungi Museum Louvre (Bagian 1)



pintu masuk Museum Louvre yang berbentuk piramid
Tidak lengkap rasanya mengunjungi Paris tanpa berkunjung ke museum yang paling terkenal di dunia, dimana novelis terkenal dunia, Dan Brown dalam novelnya "The Da Vinci Code" mengambil setting di depan museum ini ? Yup itulah dia Museum Louvre. Museum yang menjadi magnet para turis, karena dalam museum ini bersemayam (hii serem kata-katanya hehehe..) sebuah lukisan yang paling terkenal di dunia. Lukisan apalagi kalau bukan Monalisa, sang gadis misterius karya maestro terkenal Leonardo da Vinci.
Novel yang terkenal karya Dan Brown
(sumber: www.danbrown.com)
Museum Louvre terletak di jantung kota Paris berada di dekat Sungai Seine. Untuk menuju Museum Louvre yang  terdapat di antara Rue de Rivoli (rue artinya jalan), Place du Carrousel dan Quai François Mitterrand, (biar lebih afdhol silakan Googling saja menggunakan Google maps atau petunjuk peta yang lain) anda dapat berjalan kaki (kalau gak capek sih), naik taksi (bagi yang kaya nih), mobil pribadi (kalo minat keliling Paris pake mobil, gue ada teman yang menyewakan mobil di Paris untuk orang-orang Indonesia) atau naik transportasi umum metro atau bus (biasanya gue naik ini). Rute metro dan bus berdasarkan letak dimana anda tinggal, jika anda tinggal di Paris utara akan berbeda rutenya jika anda tinggal di Paris selatan. Untuk lebih jelasnya bagaimana menjangkau Museum Louvre silakan lihat rutenya, sudah gue tulis dengan lengkap.
  • Metro: Stasiun metro Palais-Royal–Musée du Louvre (jalur1).
  • Bus: stop didepan stasiun Pyramid, nomor bus yang melewati jalur ini no. 21, 24, 27, 39, 48, 68, 69, 72, 81, 95, dan Paris Open Tour bus.
  • Mobil pribadi: parkir dibawah tanah dengan pintu masuk di avenue du Général Lemonnier. buka dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam
  • Batobus (bus air):  turun di quai François Mitterrand.
  • Dari Bandara Orly ambil kereta cepat RER C, arah Champs de Mars-Tour Eiffel, turun di Saint-Michel-Notre-Dame. Jalan ke arah Saint-Michel ambil bus no. 27, arah Saint-Lazare. turun didepan Pyramid.
  • Dari Charles de Gaulle Airport: ambil kereta cepat RER B, arah Massy-Palaiseau, ganti kereta di Châtelet-les-Halles ke metro no.14, arah Saint-Lazare. Turun di stasiun Pyramides jalan ke arah Louvre (kira-kira 5 menit, kalau lari ya 3 menit lah hehehe). lternatif lain, ambil jalur Metro 1 saat turun di Châtelet-les-Halles, dan turun di Palais-Royal–Musée du Louvre.
  • Stasiun sepeda Vélib (sepeda sewa di Paris):
  • 1. Stasiun No.1015: 2 place A. Malraux
    2. Stasiun No.1023: 165 rue Saint-Honoré
    3. Stasiun No.1014: 5 rue de l’Echelle
    4. Stasiun No.1013: 186 rue Saint-Honoré
Museum Louvre buka setiap hari dari jam 09.00 pagi sampai 18.00 sore, kecuali hari rabu dan jumat, museum buka jam 9.45 pagi. O iya jangan mengunjungi Museum Louvre pada hari selasa, karena Museum tutup, ya kalo nekat berkunjung coba aja. Harga tiket masuk perorang adalah 12 Euro untuk melihat koleksi permanen, untuk melihat koleksi temporary atau exhibition ada harga tiket tambahan lagi yang besarnya bervariasi. Tiket terusan juga ada jika ingin mengunjungi museum pada keesokan harinya, yaitu 42 Euro untuk 2 hari, 56 Euro untuk 4 hari dan 69 Euro untuk 6 hari kunjungan. O iya ada tips khusus dari gue buat orang-orang yang kantong dan dompetnya kejepit untuk masuk museum secara gratis. Museum akan memberikan akses gratis pada awal bulan minggu pertama, tapi ini tidak berlaku pada musim panas ya (kira-kira April sampai September), jadi lumayan khan masuk gratis hemat 12 Euro, bisa beli kebab hehehe.
Pegunjung yang ramai, kapan ya di Indonesia museum bisa seramai ini
Ok begitu dahulu pengalaman gue mengunjungi Museum Louvre, nanti akan saya sambung lagi pada bagian kedua ya. Tunggu saja, salam hangat.

Cek juga di tulisan sambungannya di link berikut :

Tulisan laen yang kagak jelas